Pay for Your Book First
Pembelajaran dan pemahaman
terkait konsepsi finansial planning yang baik memang seharusnya sudah
ditanamkan serta diajarkan kepada anak-anak sedari dini. Dalam arti bagaimana
sikap yang benar dalam me-manage
keuangan yang ada. Diharapkan ketika pemahaman itu kemudian mereka
tindaklanjuti dalam kehidupan sehari-hari, ke depannya mereka tidak lagi merasa
gagap dan bingung.
Salah satu buku yang bagus
dan menyajikan ulasan yang cukup komprehensif dengan bahasa yang lugas dan simple adalah Financial Parenting:Menjadikan Anak Cerdas dan Cermat Mengelola Uang karya Kak Seto dan Lutfi
Trizki. Lewat buku ini, Kak Seto banyak berbagi tips-tips jitu nan efektif
tentang bagaimana seharusnya orang tua mengajarkan kedisiplinan, kejujuran, serta
rasa tanggungjawab kepada anak-anaknya terkait pengelolaan dan perencanaan
keuangan.
Source: http://www.goodreads.com/book/show/15851774-financial-parenting
Sebagai misal, terkait
dengan besarnya uang saku yang mereka terima dari kedua orang tuanya, anak
sedapat mungkin memiliki ancang-ancang finansial yang memadai. Dalam hal ini
Kak Seto memberikan kiat yang cukup berharga dengan pedoman 10-10-10-70. Artinya
yang pertama kali harus diperhatikan adalah Pay
for Your Soul First (10%), kemudian Pay
for Your Safe First (10%), dilanjutkan dengan Pay for Yourself First (10%) dan selebihnya yang 70% adalah
pengeluaran untuk berbagai kebutuhan.
Yang dimaksudkan dengan Pay for Your Soul First adalah alokasi
khusus untuk amal baik berupa infaq, sedekah dan semacamnya. Kemudian Pay for Your Safe First berikutnya
merupakan alokasi khusus tabungan baik yang disimpan via rekening bank maupun
celengan-celengan konvensional di rumah. Sementara Pay for Yourself First merupakan pembelajaran yang sangat berharga
terkait dengan pentingnya berinvestasi.
Namun tampaknya masih ada
satu lagi alokasi khusus yang mestinya juga diprioritaskan sedari dini yakni Pay for Your Book First. Menurut saya,
alangkah baiknya jika dalam waktu sebulan sekali atau bahkan seminggu sekali,
anak-anak diajak untuk melihat-lihat, membaca, dan kemudian membeli (atau
dibelikan) buku-buku yang menjadi favorit mereka di toko-toko buku. Dengan
aktivitas semacam ini, anak akan tergerak dan termotivasi untuk memiliki spirit
literasi yang tinggi. Yang tak kalah penting mereka akan terbiasa memanfaatkan
pedoman Pay for Your Book First sampai
mereka dewasa kelak. Bukankah tiada investasi yang lebih baik nan langgeng
selain ilmu pengetahuan yang tersimpan di dalam lembaran buku-buku itu. *
Jombang, 19 September 2014
Andik Wahyun Muqoyyidin
(menetap di
andikwahyun.wordpress.comandikwahyun.wordpress.com dan akun twitter @muqoyyidin)
Komentar
Posting Komentar