Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2014

Pay for Your Book First

Gambar
Pembelajaran dan pemahaman terkait konsepsi finansial planning yang baik memang seharusnya sudah ditanamkan serta diajarkan kepada anak-anak sedari dini. Dalam arti bagaimana sikap yang benar dalam me- manage keuangan yang ada. Diharapkan ketika pemahaman itu kemudian mereka tindaklanjuti dalam kehidupan sehari-hari, ke depannya mereka tidak lagi merasa gagap dan bingung. Salah satu buku yang bagus dan menyajikan ulasan yang cukup komprehensif dengan bahasa yang lugas dan simple adalah Financial Parenting:Menjadikan Anak Cerdas dan Cermat Mengelola Uang karya Kak Seto dan Lutfi Trizki. Lewat buku ini, Kak Seto banyak berbagi tips-tips jitu nan efektif tentang bagaimana seharusnya orang tua mengajarkan kedisiplinan, kejujuran, serta rasa tanggungjawab kepada anak-anaknya terkait pengelolaan dan perencanaan keuangan. Source: http://www.goodreads.com/book/show/15851774-financial-parenting Sebagai misal, terkait dengan besarnya uang saku yang mereka terima dari kedua or...

Keberagamaan Distingtif Indonesia

Menarik ketika menyimak salah satu tampilan video Democracy Project , cendekiawan muslim Azyumardi Azra menyebut Islam Indonesia sebagai Islam with Smiling Face . Satu jins keberislaman yang membedakan Islam Indonesia dengan Islam di tempat-tempat lain, khususnya Timur Tengah. Islam Indonesia selalu dapat digambarkan sebagai tipologi keberislaman yang toleran, inklusif, mudah berakomodasi dengan tradisi lokal, dan sebagainya, meskipun tidak dapat dipungkiri masih terdapat konflik bernuansa agama di beberapa tempat. Keberislaman dengan membawa spirit profetik seperti itu, menurut Azra memang tidak lepas dari pengaruh awal-awal penyebaran agama Islam yang banyak diwarnai unsur-unsur tasawwuf para guru sufi. Bahkan Guru Besar Sejarah UIN Jakarta yang beberapa saat lalu mendapatkan penghargaan the Fukuoka Award ini meyakini betul Islam di Indonesia sebenarnya datang dan berkembang oleh para guru sufi, bukan oleh pedagang Gujarat yang selama ini banyak disebut-sebut karena bukti-...

AICIS di Semerbak Coffee

Gambar
Beberapa waktu lalu salah seorang sahabat karib saya mengajak ketemuan dan ngopi bareng di salah satu kedai kopi favorit, Semerbak Coffee Jombang . Usut punya usut, dia membutuhkan contoh paper atau makalah yang pernah dipresentasikan pada forum konferensi tahunan kajian Islam atau dikenal dengan Annual International Conference on IslamicStudies (AICIS) . Boleh dikatakan, AICIS ini merupakan gawe akbar tahunan Kementerian Agama RI dalam memajukan kajian-kajian keislaman di tanah air. Pada tahun ini rencananya AICIS akan dihelat di Balikpapan, Kalimantan Timur, dan merupakan event AICIS yang ke-empatbelas. Banner AICIS 2014 Sub tema yang menjadi fokus kajian sahabat saya adalah terkait dengan “ Indonesian Fiqh in Resolving Contemporary Problems ”, jadi semacam bagaimana menemukan solusi pemecahan masalah-masalah fiqh kontemporer di Indonesia. Sekalipun masih sangat muda, sahabat saya yang sebentar lagi bakal meraih titel akademis Doktor dalam bidang Hukum Islam ini, terg...

Memaknai Relasi Islam dan Budaya

Catatan ringan ini saya tulis tidak dengan pretensi yang macam-macam. Semisal ada maksud untuk menjadikan keberagamaan seseorang yang sebelumnya begitu putih (meminjam istilah Clifford Geertz, puritan ) agar menjadi sedikit toleran dengan menghargai eksistensi keberagamaan seseorang di ordinat yang lain. Lain daripada itu, tetap ada sesuatu yang menarik bahkan cenderung krusial jika kita mau serta mampu mencermati dengan seksama apa sesungguhnya hubungan yang relasional antara agama dalam hal ini Islam dan budaya. Pemaknaan dan penelusuran kajian mengenai hal ini, menurut saya merupakan sesuatu yang penting karena nantinya pasti membawa pada satu paradigma berpikir dan bersikap. Munculnya berbagai tipologi keberagamaan kontemporer saat ini bisa kita jadikan semacam cermin refleksi, bagaimana sesungguhnya sebagian besar masyarakat kita memaknai relasi antara Islam dan budaya. Tipologi keberagamaan yang saya maksudkan disini bisa dimaknai dalam konteks pemikiran sehingga dikenal...